Feeds:
Posts
Comments
150px-log_adam.gifAkibat yang ditimbulkan dari permasalahan Adam Air membuat travel agent di seluruh kota besar di Indonesia mengamuk. Di Surabaya, para travel agent mendatangi kantor cabang Adam Air untuk meminta pengembalian uang tiket yang tidak jadi berangkat. Di Batam malah lebih parah, para travel agent di sana menyita sejumlah aset kantor cabang Adam Air. Sekedar informasi, Bhakti Investama dulu membeli saham Adam Air sebesar 50 % dari keluarga Sandra Ang dan Adam Suherman. Tau Hary Djaja Tanoesoedibjo dirut RCTI (MNC GROUP)? Dialah Presdir Bhakti Investama. Tau George Soros? Dialah guru Hary Djaja Tanoesoedibjo. Memang orang2 yang hebat…
Advertisements

150px-log_adam.gifKalo anda lihat berita-berita di berbagai media massa maka banyak pemberitaan bahwa Adam Air mengalami permasalahan finansial. Masalah ini disebabkan hengkangnya Bhakti Investama selaku pemegang saham yang besar di Adam Air. Alasan Bhakti Investama hengkang dikarenakan tidak adanya niat baik dari pihak manajemen Adam Air untuk memperbaiki sistem keselamatan pesawat dan juga tidak adanya transparansi dalam pelaporan finansialnya. Tentunya hal ini dibantah oleh pihak Adam Air yang pernyataannya disampaikan langsung oleh Dirutnya yaitu Adam Aditya Suherman. Menurutnya, pihaknya telah melakukan sejumlah perbaikan dan telah melakukan transparansi laporan keuangan sejak hilangnya pesawat Adam Air rute Surabaya – Manado. Hmm…kayaknya nasib Adam Air bakal sama kayak Sempati Air, yaitu BANGKRUT?!

halob.jpgKapan lalu saya menerima sebuah SMS dari Telkomsel. Isinya menerangkan bahwa saya mendapatkan bonus menelpon gratis selama 15 menit ke sesama operator. Ketika saya mengkonfirmasikan hal tersebut ke customer service-nya, dia membenarkan hal itu. Malahan dia bilang bahwa saya akan mendapatkan 3 SMS lagi yang serupa pada keesokan hari lainnya sehingga total2 saya akan menerima 4 SMS yang serupa (bonus selama 1 jam bicara). Telkomsel memberikan bonus tersebut sebagai wujud terima kasih karena telah menjadi pelanggan setia Telkomsel khususnya kartu Halo selama lebih dari 5 tahun. Yah…saya pikir2 lumayan lah tuh bonus.

Kemaren saya sempat membaca salah satu surat kabar. Pada salah satu halamannya terdapat sebuah iklan setengah halaman. Ternyata iklan tersebut adalah promosi tarif nelpon kartu As dari operator Telkomsel. Sungguh hebat…kartu As yang notabene sebagai kartu berSMS, sekarang telah beralih menjadi kartu berNelpon ria. Kartu As memberikan bonus tiga menit bicara setelah kita melakukan percakapan selama dua menit. Tarif telponnya untuk sesama operator selama dua menit pertama adalah Rp. 2400,- (Rp. 20/detik). Walaupun tidak semurah im3 dan XL BEBAS, saya masih cukup fair dengan Telkomsel karena di dalamnya iklannya terpampang jelas syarat2 tarifnya. Tidak seperti iklan XL BEBAS dan im3 yang cenderung menutup2i syarat tarifnya di media massa. Kayaknya saat ini tren operator tanah air ingin menggembor-gemborkan produknya sebagai kartu berNelpon ria nih?!
Kartu As, kasih dah…..

Baru-baru ini saya diberi pencerahan oleh orang yang saya kasihi agar dapat menulis apapun itu… Sebetulnya saya bukanlah orang yang gemar menulis apalagi membaca, tapi karena pencerahan itulah – sekaligus tuntutan Tugas Akhir – membuat saya mao gak mao menulis. Mungkin itulah awal yang membuat saya menciptakan sebuah blog sebagai media pengungkapan semua unek-unek saya. Semoga blog ini dapat menuntun saya dalam pencarian jati diri yang sebenarnya. Amiiin…

Seorang teman pernah bertanya pada saya, “Sof, antara im3 dan XL BEBAS mana sih yang lebih murah tarifnya?” Hmm…mungkin anda pernah ditanya hal yang sama dengan saya. Yang cukup membuat saya heran apakah mereka tidak tau persyaratan di balik semua tarif murah itu.

Kalo kita mencermati tarif nelpon murah im3, yang menurut iklan 0,0000000000…1/detik (hayo…nolnya ada berapa?), nelpon ke sesama operator (im3, mentari, matrix, dan starone) tarif tersebut baru bisa berlaku jika sudah menit ke 1,5 dengan sebelumnya pada 90 detik pertama kita dikenakan tarif Rp. 1350. Belum lagi, setiap kurang dari 30 menit mesti drop call… Jadi dalam artian yang sepuaaaaasssssnya mana??? Memang sih, im3 terjadi penurunan tarif sehingga telah terjadi pergeseran filosofi, selain sebagai kartu berSMS ria sekarang juga sebagai kartu bernelpon ria…

Iklan XL BEBAS lebih bombastis lagi. Katanya nelpon, tarifnya hanya Rp. 600 sepuaaasssnya. Padahal tuh tarif baru berlaku jika kita nelpon ke sesama operator di atas jam 11 malam, aduh…nelpon kuntilanak kali ya… Kalo sebelum jam segitu kita bisa dikenakan tarif sebesar Rp. 1800. Belum lagi XL mengemukakan skema tarif yang cukup rumit. Dalam artian, jika kamu berada di luar Jawa maka tarifnya beda lagi. Ah…pokonya rumit dah. Trus tuh tarif yang katanya 0,00000…1 ke semua operator bukan berarti jadi murah jika kita nelpon ke beda operator. Tuh tarif baru berlaku setelah menit ke-2 setelah sebelumnya kita dikenakan tarif Rp. 3000 dan yang perlu kita cermati lagi, pada menit ke-10 tarifnya jadi Rp. 10/detik. Nah lho…makanya jangan ketipu!!!
Kalo Telkomsel simPATI, gak usah ditanya lah… Tuh operator emang mahal, yang lain udah nerapin tarif 0,00000…1, dia malah masih setia pake 0,5/detik (berlaku setelah menit pertama) dengan sebelumnya kita dikenakan tarif Rp. 1500.
Kalo operator baru 3 dan Axis, tarifnya memang terlihat murah. Tapi tuh infrastrukur BTSnya masih perlu dipertanyakan. Teman saya pernah memakai 3, demi tarif Rp. 1/menit dia harus nelpon di teras rumahnya supaya dapat sinyal (ya digigit nyamuk lah dia) padahal rumahnya bukan di daerah kampung lho, masih di daerah perkotaan Surabaya. Kalo tarif nelpon Axis Rp. 600/menit berlaku sama ke semua operator termasuk ke sesama.
Ada yang berpendapat, sebetulnya dengan adanya perang tarif ini, maka kita juga yang diuntungkan. Eiiitsss, jangan senang dulu… Dengan tarif yang katanya murah itu, maka volume percakapan pada jam-jam tertentu jadi meledak… Nah tuh BTS, kagak ditambah-tambah jadi kapasitasnya penuh sehingga kalo nelpon susah banget. Hal ini berlaku ke semua operator termasuk Telkomsel yang jargonnya selalu bilang bahwa dia punya BTS terbanyak se-Indonesia (sekitar 20-ribuan BTS). Saya sendiri adalah pengguna Telkomsel kartu HALO, saya berpendapat dengan memakai pasca bayar maka kita diberi kenyamanan dalam berkomunikasi. Nyatanya sekarang kalo nelpon susaaah banget, harus diulang (redial) lebih dari 5 kali baru bisa. Jadinya memang nelpon terlihat murah tapi kalo ternyata gak bisa digunakan ya percuma saja…